Rabu, 08 Februari 2012

Tepung Bulu Ayam (Garut, Jawa Barat)

Perjalanan kali ini mengunjungi salah satu UKM di daerah Kabupaten Garut, yang produknya sangat menarik...

Produk tepung bulu ayam..sudah banyak literatur dan penelitian yang mengupas masalah tepung bulu ayam ini..

Sebelum melakukan pertemuan dengan pemiliknya mengenai model bisnis usaha ini, beberapa artikel dan hasil penelitian harus dibaca dulu nih..setidaknya membuat diskusi menjadi lebih menarik...


Ahhh..setelah perjalanan 4 jam dari Jakarta..akhirnya sampai juga di Garut..kota yang terkenal dengan dodolnya.

Setelah menginap semalam  di garut..bangun pagi... sarapan... mulai perjalanan menuju lokasi pabrik...

Perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu yang sangat panjang,tapi pemandangannya luar biasa..melalui gunung..melalui pantai...hmmmm..




Secara makro, sektor peternakan mampu berkontribusi cukup besar terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), ketahanan pangan, peningkatan rata-rata pendapatan penduduk nasional dan penciptaan  lapangan kerja. Sebagai gambaran, saat ini pembangunan peternakan memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar Rp 86 triliun dan melibatkan 4 juta rumah tangga peternak.


Oleh karena itu tidak mengherankan jika sektor peternakan diharapkan sebagai sektor pertumbuhan baru, baik dalam bidang pertanian maupun ekonomi nasional.
http://www.bni.co.id/Portals/0/Document/Potret%20Industri%20Pakan%20Nasional%20%28Mitra%29%20final.pdf


   
(Published by PT Bank Mandiri (Persero)  http://www.bankmandiri.co.id/indonesia/eriview-pdf/LGYL50533344.pdf

Perkembangan yang pesat dari industry di tanah air saat ini tidak terlepas dari industry penunjang lainnya yaitu industry pakan ternak. Diperkirakan khusus untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam pedaging (broiler) produksi pakan terus meningkat. Hal ini terlihat dari produksi DOC (Day Old Chick) untuk ayam pedaging pada tahun 2008 sebesar 1,25 milyar ekor dengan rata-rata produksi DOC mencapai 23 juta ekor. Sedangkan saat produksi anak ayam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia rata-rata sebesar 31 juta ekor per pekan atau 1,3 miliar ekor per tahun.   http://www.bisnis.com/articles/bibit-obat-and-pakan-ternak-masih-impor

Ditinjau dari sisi permintaan, konsumsi produk unggas diperkirakan masih akan tumbuh cukup tinggi dalam 5 tahun ke depan. Konsumsi daging ayam ditargetkan mencapai 7 kg perkapita/tahun pada tahun 2015 dari saat ini yang  hanya sekitar 4,8 kg perkapita/tahun.
http://www.bankmandiri.co.id/indonesia/eriview-pdf/LGYL50533344.pdf

              

Pakan menjadi komponen yang sangat vital dalam usaha ternak, hal ini disebabkan karena baiaya pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha peternakan mencapai 60 – 75%. Untuk itu salah satu kunci utama keberhasilan usaha peternakan adalah bagaimana kita dapat menguasai pembuatan pakan yang baik, bernilai ekonomis dan memiliki daya saing di pasaran.

Penggunaan bahan pakan sumber protein memegang peranan yang sangat utama dalam menyusun formula untuk pakan ternak agar dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.
Pada saat ini kebutuhan bahan pakan sumber protein konvensional dimana masih menggunakan kedelai dan tepung ikan.

Kebutuhan bahan baku  industry pakan ternak  nasional terhadap protein konvensional seperti bungkil kedelai mencapai 1,62 juta ton pertahun dan masih bergantung kepada impor.

Ketergantungan industry pakan ternak unggas ditanah air merupakan salah satu persoalan yang sangat penting untuk dipecahkan dimasa mendatang. Karena kebutuhan kedelai masih bergantung kepada impor dan merupakan komoditi pangan yang sangat penting untuk tempe dan tahu.


                         

Salah satu produk limbah yang tersedia dalam jumlah banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku pakan adalah bulu ayam/unggas. Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alternatif pengganti sumber protein konvensional seperti bungkil kedele dan tepung ikan.

Bulu-bulu itu dapat dimanfaatkan untuk campuran pakan ruminansia, non ruminansia, dan unggas. Dukungan ketersediaan limbah berupa bulu sangat terjamin kontinuitasnya sehubungan jumlah ayam yang dipotong dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga bulu ayam yang dihasilkan juga meningkat. Pemanfaatan limbah bulu menjadi pakan ternak sangat memberikan dampak positif karena sekaligus mampu mengatasi permasalahan limbah bulu apabila tidak dikelola dengan baik.




Bulu ayam mengandung protein kasar sekitar 80-91 % dari bahan kering (BK) melebihi kandungan protein kasar bungkil kedelai 42,5 % dan tepung ikan 66,2 %
http://www.majalahinfovet.com/2007/12/pakan-ternak-tumbuh-7-pertahun-capai.html

Pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai sumber protein broiler diyakini mampu meminimalkan dampak lingkungan dari limbah bulu ayam dan menciptakan ramah lingkungan industri peternakan.



PD Cipta Mandiri adalah salah satu bisnis yang melakukan pengolahan tepung bulu ayam yang terletak di  Kabupaten Garut. 

Keberadaan perusahaan ini banyak memberikan dampak sosial yang baik bagi masyarakat sekitarnya, serta membantu komunitas lokal karena bisnis dijalankan di daerah pedesaan dengan teknologi sederhana dan skala kecil.



Perusahaan mempekerjakan 20 karyawan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bulu ayam perusahaan bekerja sama dengan 12 koordinator  pengepul bulu ayam dan 300 kolektor bulu ayam di wilayah Bandung dan sekitarnya

Meningkatkan pendapatan rumah tangga dan meningkatkan pendapatan daerah merupakan dampak positif pada Masyarakat Yang broiler terutama berada disekitar pemotongan ayam.


Memberikan nilai ekonomi yang lebih baik, meningkatkan pendapatan petani / pedagang ayam.
Pemanfaatan tepung bulu ayam sebagai bahan baku industri menjadi komoditas perdagangan adalah membuka lapangan kerja,

Keberadaan dan perkembangan industri bulu makan memiliki dampak positif bagi daerah
Pemanfaatan limbah bulu ayam broiler mampu meminimalkan dampak lingkungan dari limbah bulu ayam

Menciptakan industri peternakan yang ramah lingkungan.

Dalam kegiatan proses produksi, perusahaan merancang mesin sendiri yang digunakan agar sesuai dengan spesifikasi produk, dan mempekerjakan 20 orang yang bekerja.


Perusahaan ini memiliki pabrik di lokasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku mengenai pengolahan limbah.

Mulai 2009 mesin produksi memiliki kapasitas 40 ton sebiulan dan dimulai Agustus 2011 perusahaan memiliki mesin produksi yang berkapasitas 200 ton perbulan.

Peningkatan margin yang signifikan ditahun 2011 disebabkan perusahaan telah menggunakan mesin yang baru dengan kapasitas mesin oven produksi dari 450 kg menjadi 1200 kg, dan masa pembakaran yang sebelumnya selama 3 jam per siklus menjadi 1,5 jam persiklus, dengan demikian terjadi penghematan biaya produksi seperti listrik dan batu bara.

Masih banyak pengalaman dan cerita yang ingin dibagi...tapi...wah sudah mati lampu...sudah dulu ah


3 komentar:

  1. Mas Minta alamat PD Cipta Mandiri Garut
    Kirim ke email atau bales di blog ini.
    terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
  2. kalau boleh tw alamat dan nomor hp kantor bapak karna kami berminat menjual buluayam kering ke perusahaan bapak...
    kirim saja alamatnya ke nomor 082368364415

    BalasHapus
  3. Tololong minta alamat di garut atw no hp nya. Trims

    BalasHapus